family

jurnal Ramadhan: bersih-bersih

Hari terakhir berpuasa, entah kenapa saya merasa sedih. Belum tentu tahun depan bertemu lagi dengan Ramadhan, tapi Ramadhan ini saya merasa  kurang maksimal karena pikiran yang ga tenang soal tesis. Pfff, receh ya sebabnya 😦

Tapi, di sisi lain saya merasa senang, karena Idul Fitri akan datang. Meski tahun ini tidak pulang lagi kekampung halaman :”D

Siapa yang  punya tradisi bersih-bersih saat jelang Idul Fitri?

Waktu kecil, saya punya tradisi ini dan  terbawa sampai sekarang. Mungkin tradisi bersih-bersih ini sebenarnya adalah refleksi dari puasa yang sudah kita jalani selama hampir satu bulan. Dengan menjalani puasa Ramadhan, setelahnya kita berharap jiwa dan hati yang lebih bersih :’)

Siapa yang setuju?

Selamat bersih-bersih rumah, termasuk bersih-bersih hati dan jiwa 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s